Minyak Pelumas Mesin Pendingin

Minyak pelumas dalam mesin pendingin sebenarnya hanya terdapat dalam kompresor dan digunakan terutama untuk melumasi bagian yang bergesekan tetapi karena dalam kompresor minyak pelumas selalu bercampur dengan bahan pendingin maka ada sebagian minyak pelumas yang sempat terbawa bahan pendingin kesemua bagian mesin pendingin.



Fungsi minyak pelumas dalam kompresor adalah:
- Mengurangi gesekan pada bagian-bagian kompresor yang bergesekan sehingga dapat menghindari terjadinya keausan.
- Dapat mendinginkan ( mengurangi panas ) pada bagian-bagian yang dilumasi
- Membentuk lapisan penyekat sehingga dapat menghindari kebocoran kompressi, menahan hentakan dll.
- Dapat membagi zat detergen ( bahan pembersih )

Karena sebagian minyak pelumas dapat mengalir kesemua bagian instalasi mesin pendingin maka minyak pelumas akan mengalami perubahan temperatur dan akan selalu bercampur dengan bahan pendingin yang selalu akan mengalami perubahan bentuk maupun tekanannya oleh karena itu minyak pelumas untuk mesin pendingin harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
a) Mempunyai titik beku yang rendah, sehingga apabila minyak pelumas sampai di Evaporator yang mempunyai temperature yang sangat rendah tidak akan mejadi beku dan akan tetap dapat mengalir.
b) Mempunyai kadar parafin/ lilin yang rendah sekali sehingga tidak akan mudah membeku.
c) Mempunyai struktur kimia yang stabil dan dapat dipisahkan dengan bahan pendingin dengan mudah tanpa menimbulkan akibat apapun juga baik terhadap minyak pelumasnya maupun bahan pendinginnya.
d) Bersifat sebagai Isolator listrik yang baik terutama pada jenis kompresor tertutup ( kompresor hermatik )
e) Mempunyai kekentalan ( Viscosity ) yang tepat sehingga akan dapat dapat memberikan pelumasan yang baik pada temperature rendah maupun tinggi.
f) Mempunyai kemurnian yang tinggi yaitu yaitu tidak mengandung kotoran, air, asam dll.
g) Tidak mudah membentuk emulasi dan tidak bersifat sebagai osidator.

Minyak pelumas untuk mesin pendingin dibuat dari bahan minyak mineral yang baik dari golongan napthene dimana ini membersihkan melalui proses penyulingan minyak untuk diambil kandungan lilin, air, belerang dan lain-lain kotorannya. Pada umumnya minyak pelumas diberi bahan tambahan ( Additive ) untuk menghindarkan terjadinya endapan busa.

Kekentalan minyak pelumas, biasanya diukur dengan satuan Saybolt Universal Second (SUS)yaitu waktu dalam satuan detik yang diperlukan untuk mengalirkan minyak pelumas sejumlah 60 cm3 dengan beratnya sendiri dari tabung melaui pipa kapiler yang berdiameter dalam 0,1765 cm dan panjang 12.25 mm pada suhu udara 100º F atau 37,8º C.

Dalam menentukan kekentalan minyak pelumas yang akan digunakan adalah sangat penting sekali karena hal ini akan mempengaruhi sirkulasi minyak pelumas dalam kompresor.

Minyak pelumas yang terlalu kental akan megakibatkan akan sulit untuk menembus / masuk pada bagian-bagian yang memerlukan pelumasan sehingga pelumasan tidak akan merata dan kompresor akan cepat dapat mengalami kerusakan, sebaliknya apabila terlalu encer maka minyak pelumas tidak akan akan dapat membentuk lapisan penyekat sehingga akan mudah terjadi kebocoran kompressi ( terutam untuk kompresor rotary ) dan akan dapat mempercepat keausan pada bagian-bagian yang bergesekan.

Kekentalan minyak pelumas yang diperlukan dalam mesin pendingin dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu:
- Temperature penguapan bahan pendingin di Evaporator.
Minyak pelumas akan dapat bertambah kental apabila temperaturnya turun misalnya : pada temparatur 100º F minyak pelumas mempunyai kekentalan 175 SUS tetapi pada temperatur 40º F kekentalannya menjadi 1800 SUS.
- Temperature kompresor pada saat sedang bekerja.
Kekentalan minyak pelumas akan turun pada saat temperature kompresor naik.
- Jenis bahan pendingin yang digunakan dalam mesin pendingin.
Sesuai dengan sifatnya dari setiap bahan pendingin maka minyak pelumas:
- Dapat bercampur dengan bahan pendingin pada temperature tinggi maupun rendah, ini terjadi dengan bahan pendingin R-12.
- Dapat bercampur hanya pada saat ditempat yang bertemperatur tinggi saja, ini terjadi dengan bahan pendingin R-22 dan R-502
- Tidak dapat bercampur baik pada temperature rendah maupun tinggi, ini terjadi dengan bahan pendingin R-717.


Artikel yang berhubungan



2 komentar:

Minyak Angin Aromatherapy mengatakan...

Minyak
Angin
Aromatherapy
Mohon maaf lahir dan batiin.
Met idul fitri yach...?!
Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang
MINYAK ANGIN AROMATHERAPY

Sasa Stefani mengatakan...

terimakasih informasinya :D


jual chest freezer

Posting Komentar

komentar terbaru